HRD Tips 01

0 komentar

Recruitment

Aktivitas recruitment sangat penting, strategis dan berdampak jangka panjang. Karena kalau keliru (salah memilih orang dan salah memetakan kualifikasi), maka akan menjadi beban organisasi selama ybs. berada di organisasi bahkan termasuk isteri dan anak-anaknya. Namun sebaliknya (tepat memilih orang dan tepat memetakan kualifikasi), maka ybs. akan memberikan manfaat yang luar biasa untuk organisasi.

Hati-hati dan cermatlah dalam proses recruitment, abaikan surat sakti dan sejenisnya!!!

Medio Mei 2008

Agus Nurdin Rasyad

Power of Spiritual Quotient

0 komentar

Dasar Pemikiran

Kehidupan akhir-akhir ini dirasakan dan disaksikan semakin carut marut, sebagai dampak dari krisis multi-dimensional yang berkepanjangan karena tidak / kurang mampunya bangsa dan negara ini untuk menanggulanginya.

Kekurang mampuan untuk menanggulangi hal tersebut, karena masing-masing individu, kelompok dan golongan selalu mengedepankan kepentingannya masing-masing tanpa memperhatikan dampaknya terhadap bangsa dan negara, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Kondisi ini disebabkan karena kurang berperannya hati dan nurani yang dimiliki masing-masing individu karena sudah meninggalkan dan menanggalkan jiwa / ruh / kekuatan kecerdasan spiritual manusia.

"Mereka memiliki hati tetapi tidak faham, mereka memiliki telinga tetapi tidak mendengar, mereka memiliki mata tetapi tidak melihat, mereka bagaikan binatang ternak bahkan lebih sesat dari padanya"

Agar bangsa dan negara segera keluar dari krisis multi-dimensional dan segera pula diangkat dari musibah / teguran Sang Pencipta, maka segeralah bersihkan debu yang masing melekat (sucikan jiwa) dan asahlah / latihlah kecerdasan spiritual sehingga ruh / kekuatannya dapat mendorong manusia dalam berusaha dan berupaya untuk memberikan manfaat kepada lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.

Ruh kecerdasan spiritual dapat meningkatkan kepekaan hati dan ketajaman nurani, yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam menghadapi hidup dan kehidupan di dunia ini.

Power of Spiritual Quotient

Ruh / kekuatan kecerdasan spiritual akan bangkit apabila manusia dalam mengarungi hidup dan kehidupannya selalu terkait dan bermuara kepada keyakinan spiritual yang dimilikinya.

Sehubungan hal tersebut, maka manusia harus piawai menentukan visi, misi dan tujuan hidupnya serta memahami dan mampu merubah pradigma / pola pikir nya yang berkaitan dengan tujuan hidup (goal of life), jalan hidup (way of life) dan tuntunan hidup (guidance of life) dengan nilai-nilai spiritual.

Pelatihan Power of Spiritual Quotient mencoba merangsang dan menggiring paradigma / pola pikir peserta latih (trainee) menuju nilai-nilai spiritual, dengan mengungkap / mengidentifikasi kadar / tingkatan yang dimiliki masing-masing (kondisi aktual), serta pemaparan akan nilai-nilai spiritual yang hakiki (kondisi ideal), dengan demikian diharapkan peserta latih menyadari, memahami dan mampu untuk menerapkan kondisi ideal dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan konsep 3 (tiga) fondasi / pilar kehidupan dilengkapi dengan 4 (empat) tahapan proses pensucian diri (Clearing Soul Process), maka pelatihan PSQ dapat membangkitkan hati dan nurani yang pernah beku agar berperan secara maksimal dan memberikan manfaat dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini.

Apabila setiap individu memiliki tingkatan ruh / kekuatan kecerdasan spiritual yang memadai, maka yang bersangkutan dapat mengendalikan seluruh aktivitasnya dengan nilai-nilai spiritual, sehingga lingkungan atau masyarakat yang ber-interaksi dengan yang bersangkutan akan merasakan sampai sejauh mana kekuatan spiritual quotient dapat memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan baik kehidupan individual maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sasaran

Membangkitkan / meningkatkan kekuatan kecerdasan spiritual, sehingga bijak dan piawai dalam mensikapi situasi dan kondisi dengan mengedepankan kemaslahatan dan kebahagian ummat baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Topik Bahasan

  1. Introduction
    1. Ice breaking
    2. Penjelasan materi bahasan
    3. Menemu kenali diri
  2. Perjalanan Manusia
    1. Introduction
    2. Pra Dunia
    3. Dunia
    4. Kematian
    5. Pasca Dunia
  3. Power of Spiritual Quotient
    1. Pondasi kehidupan
    2. Goal of life
    3. Way of life
    4. Guidance of life
    5. Bright Soul

Metoda

Experiential Learning yang mencakup kegiatan praktek lapangan, edutainment, games, simulation, case study, discussion dan pemaparan konsep (ceramah).

Lama / durasi

2 (dua) hari atau 16 (enam belas) jam dengan durasi setiap jam pelatihan selama 50 (lima puluh menit).

Lokasi

In & out door.

Media

  • LCD Proyektor
  • Komputer (Note book / Desk Note)
  • Flipchart
  • Material game, simulasi & studi kasus.

Customer Service Satisfaction

0 komentar

Dasar Pemikiran

Era globalisasi dan kompetisi mendorong organisasi / perusahaan untuk meningkatkan daya saing di dalam segala bidang, terutama aktivitas yang berkaitan dengan pengguna jasa / produk.

Daya saing yang akan menjadi unggulan pada era ini terletak pada keunggulan manusia yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan / organisasi, karena keunggulan lainnya dapat diraih tanpa upaya yang luar biasa (baik waktu maupun proses), dimana teknologi dapat dibeli dan sistem dapat diciptakan (create), sedangkan untuk memiliki sumber daya manusia yang unggul (memiliki daya saing) memerlukan dana, proses dan waktu yang cukup panjang.

Organisasi yang akan tampil sebagai pemenang dalam persaingan di era globalisasi yaitu organisasi yang memiliki sumber daya manusia yang unggul, karena keunggulan yang lain sama-sama dapat dimiliki oleh setiap organisasi.

Keunggulan manusia ditentukan oleh kompetensi (skill, knowledge dan personal quality), sehingga upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana organisasi dapat membangun kompetensi organisasi yang bertitik pangkal kepada kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing anggota organisasi.
Training merupakan salah satu upaya dalam rangka memperbaiki dan membangun kompetensi organisasi.

Dalam dunia layanan / services teknologi hanya sebagai pelengkap dan sarana kerja sedangkan manusia yang berinteraksi dengan pelanggan yang akan dirasakan langsung oleh pelanggan / pengguna jasa / barang yang akan menjadi tolok ukur kepuasan pelanggan.
"Who behind the gun" merupakan ungkapan peran manusia yang sangat penting dalam setiap aktivitas organisasi / perusahaan.

Kompetensi

Di era Kompetisi dan globalisasi, organisasi / perusahaan menyadari bahwa customer atau pelanggan dapat memilih jasa / produk dengan bebas tanpa ada ikatan maupun paksaan.

Kondisi ini yang mendorong organisasi / perusahaan membuat strategi yang jitu dan efektif "How to get and maintenance customer ?" (bagaimana mendapatkan dan memelihara pelanggan), sehingga perusahaan dapat menciptakan loyalitas pelanggan (patroonage buying) dimana para pelanggan selalu menggandrungi jasa dan produk perusahaan tsb.

Dalam menciptakan loyalitas pelanggan, organisasi perlu didukung oleh manusia (para petugas) yang memiliki kompetensi marketing dan services.

Menarik / meraih pelanggan dapat diwujudkan apabila personal organisasi mampu menemu kenali pelanggan secara detail yang meliputi kebutuhan, keinginan, daya beli dan karakteristik pelanggan.

Pelanggan akan selalu membeli produk dan jasa, jika personal organisasi dalam berinteraksi dengan pelanggan dapat menciptakan suasana yang nyaman, akrab, aman dan menyenangkan.

Kemampuan untuk hal-hal tersebut diatas merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh para petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, khususnya pelanggan eksternal.

Objective (sasaran)

  1. Sasaran Umum
    Menciptakan loyalitas pelanggan melalui layanan yang memuaskan.
  2. Sasaran Khusus
    1. Memahami potensi diri, potensi organisasi, harapan dan peran pelanggan.
    2. Memahami dan mampu memenuhi harapan pelanggan.
    3. Memahami dan mampu mensikapi feedback yang berbentuk pengaduan pelanggan dengan 'arif dan bijak.
    4. Mampu melayani pelanggan sulit dengan baik.

Topik Bahasan

  1. Introduction
  2. Feedback Mindset
  3. Menemu Kenali Potensi Diri, Organisasi & Pelanggan
  4. Customer Service
  5. Services
  6. Customer Service Satisfaction

Metode Pembelajaran

Experiential Learning yang mencakup kegiatan edutainment, games, simulation, case study, discussion dan pemaparan konsep (ceramah) dengan dipandu oleh 2 (dua) fasilitator secara bersamaan (team teaching).

Lama Pembelajaran

3 (tiga) hari atau 24 jam pelajaran dengan durasi per jam pelajaran selama 50 (limapuluh) menit.

Tempat Pelatihan

In dan Out door.

Media Pembelajaran

  • LCD Proyektor
  • Komputer (Note book / Desk Note)
  • Flipchart
  • Material game, simulasi & studi kasus.

Pensiun

0 komentar

Dasar Pemikiran

Memasuki masa pensiun dibutuhkan kesiapan fisik dan mental, karena adanya perubahan yang sangat mendasar dan signifikan dalam aktivitas, kebiasaan dan cara berfikir seseorang, sehingga masa pensiun kadangkala dibayangkan sebagai masa-masa yang sangat menakutkan.

Banyak kalangan yang menganggap, bahwa pensiun merupakan kehidupan yang penuh penderitaan karena masa itu penghasilan akan turun secara derastis, sedangkan kebutuhan biaya justru meningkat, karena usia semakin tua memerlukan perawatan kesehatan yang cukup mahal, anak-anak yang semakin besar dan mereka sedang mengikuti jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah yang kebutuhan biayanya semakin melangit.

Kondisi ini apabila tidak disikapi dengan bijak dan tepat akan memberikan dampak dan pengaruh yang sangat fatal, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental, sehingga banyak para pegawai yang memasuki masa pensiun justru diserang oleh berbagai penyakit yang berbahaya bahkan mematikan.

Perusahaan pemberi kerja harus bijak dan arif dalam menghantarkan para pegawai yang akan memasuki masa pensiun dengan perlakuan yang baik dan tepat, apabila mungkin memberikan pembekalan kesiapan mereka baik secara pisik maupun mental.

Kepedualian semua pihak sangat bermakna dan menentukan hari-hari berikut yang akan mereka lalui, dapatkah mereka lalui masa-masa itu dengan pandangan yang optimis (tenang, senang dan penuh senyuman) atau sebaliknya dengan pandangan pesimis (kekhawatiran, keresasahan dan penuh penderitaan).

Kegiatan pembekalan masa pensiun diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yaitu dapat meningkatkan kesiapan dalam memasuki masa pensiun baik secara jasmani maupun rohani serta memiliki alternatif pilihan kegiatan dalam mengisi waktu di masa pensiun, apakah meningkatkan kegiatan sosial keagamaan, bekerja dengan karir kedua atau berwira usaha.

Pembekalan Memasuki Masa Pensiun

Pembekalan memasuki masa pensiun adalah merupakan kegiatan pelatihan bagi para pegawai yang akan memasuki masa pensiun agar dapat mengurangi gejolak yang mungkin terjadi pada diri pribadi pegawai yang akan pensiun dan atau keluarganya (isteri dan anak-anaknya).

Memasuki masa pensiun bukan hal yang mudah bagaikan membalikkan tangan, akan tetapi harus dengan persiapan yang matang, baik secara pisik, mental maupun finansial.

Perubahan yang dahsyat dalam kehidupan adalah kematian dan saudara kembarnya adalah ketika kita memasuki masa pensiun, karena masa ini, sehebat apapun diri kita bagaikan tiada guna, sehingga kaidah bahasa melayu (Malaysia) para pensiunan disebut Lasykar Tak Berguna.

Pembekalan ini berusaha memberikan :

  1. Pencerahan dan pemahaman akan hakekat pensiun, sehingga setiap individu menyadari bahwa pensiun adalah sesuatu yang akan terjadi dan tidak dapat dihindarkan bagi para pegawai, sehingga mereka harus mensikapi dengan bijak dan tepat.
  2. Pencerahan dan pemahaman akan peluang, kesempatan dan pilihan aktivitas yang akan digeluti pada masa pensiun yang akan mendorong hidup semakin bermakna, baik untuk dirinya, keluarganya maupun lingkungan disekitarnya.
  3. Bimbingan dalam menyusun rencana aktivitas yang dipilih dengan berbagai peluang dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

Diharapkan dengan kegiatan pembekalan ini, mereka menyongsong hari esok dengan optimis dan penuh harapan.

Sasaran

  1. Mampu mensikapi dan memasuki masa pensiun dengan optimis, kreatif dan segudang harapan.
  2. Mampu memanfaatkan peluang waktu pensiun dengan kegiatan yang positif dan produktif.

Topik Bahasan

  1. Ice Breaking
  2. Issue Pensiun
  3. Peluang pilihan aktivitas pasca pensiun (sosial keagamaan, bekerja karir kedua / berwira usaha).
  4. Action Plan

Metoda

Experiential Learning yang mencakup kegiatan edutainment, games, simulation, case study, discussion dan pemaparan konsep (ceramah).

Lama / Durasi

1 (satu) hari atau 9 (sembilan) jam pelatihan dengan durasi per jam pelatihan selama 50 (lima puluh) menit.

Media

  • LCD Proyektor
  • Komputer (Note bokk / Desk Note)
  • Flipchart / White board
  • Material games, simulasi / studi kasus.

 

Copyright © 2011 Mixx Blogger Template - Blogger Templates by BloggerReflex

Sponsored by: Trucks | SUV | Cheap Concert Tickets